Safe mode? Ya … Windows biasanya akan diperlengkapi dengan modus safe
mode. Dimaksudkan agar pemakai dapat memperbaiki Windows jika terjadi
suatu musibah. Windows safe mode sebetulnya tidak lebih dari Windows yang
dijalankan dengan driver standar! Sehingga jika terjadi kerewelan pada driverdriver
non-standar Windows yang membuat Windows modus standar gagal
dijalankan, maka Windows modus standar dapat dipulihkan lagi dengan cara
masuk ke modus safe mode. Pada saat dalam modus safe mode inilah, pemakai
berkesempatan untuk melakukan eliminasi pada drive non-standar yang bermasalah
tersebut. Dengan cara ini, Windows yang rusak akan menjadi normal
kembali. Itu harapannya.
Melihat fungsinya, tentu saja, modus safe mode ini, juga merupakan ancaman
bagi kelangsungan hidup virus atau program-program yang suka membuat
masalah … ☺ Oleh karena itu, modus safe mode ini juga merupakan target
utama program virus. Artinya, virus akan berusaha memanipulasi modus safe
mode atau bahkan menggagalkan fungsinya!
Bagaimana masuk ke modus safe mode?
Lakukan booting ulang komputer. Pada saat proses
booting dimulai, tekanlah tombol F8 secara cepat dan
berulangkali. (Agak histeris juga boleh… ☺) Sehingga
muncul menu boot Windows. Pilihlah Safe Mode, maka
proses akan berjalan hingga akhirnya menampilkan pilihan
user yang harus digunakan untuk masuk ke Windows safe
mode. Pada Windows XP, biasanya akan muncul account
Administrator dan account yang kita punya. Pilihlah user Account yang biasa
kita pakai.
Setelah itu biasanya kita akan ditanya, apakah akan masuk ke modus Safe mode
ataukah kita akan memakai fasilitas system restore Windows. Klik Yes, maka
kita akan masuk ke mode Windows safe mode. Artinya, Windows akan aktif
dengan perangkat apa adanya (standar minimalnya).
Aktif dalam Safe Mode
Ada subkey registry Windows yang berguna untuk menjalankan suatu program
secara otomatis saat Windows dihidupkan. Jadi, jika kita ingin agar suatu file
executable aktif saat Windows dihidupkan, maka kita harus menulisi subkey
autorun ini dengan suatu nama value yang berisi data yang menyebutkan
bahwa file X.EXE adalah file yang harus dieksekusi. X di sini mewakili
sembarang nama file EXE.
Tools standar milik Windows untuk memeriksa konfigurasi autorun adalah
program System Configuration Utility atau lebih dikenal dengan nama msconfig
karena file pengaktif program tersebut bernama msconfig.exe. Untuk memanggilnya,
dilakukan via perintah Run dari menu Start. Klik Start - pilih Run dan
ketikkan msconfig. Tekan Enter atau klik OK.
Jendela System Configuration Utility akan muncul dan terlihat beberapa tab.
Salah satunya tab Startup. Tab tersebut berguna untuk melihat program apa saja
yang akan dijalankan oleh Windows pada saat Windows diaktifkan. Ini dia!
Virus biasanya akan memblokir penggunaan program ini. Entah itu dengan
mematikan pilihan Run atau memonitor caption (judul/nama) jendela program
yang sedang aktif. Jika caption program yang sedang aktif adalah sama dengan
caption yang telah ditargetkan oleh virus, secara otomatis virus akan segera
menutupnya atau mungkin melakukan booting ulang. Sekarang sampeyan tahu sebabnya, bukan? Mengapa saat suatu virus aktif, dan kita memanggil msconfig,
tiba-tiba jendela program msconfig menutup dengan sendirinya. Atau mungkin,
tiba-tiba, komputer melakukan booting ulang… ☺ capee deee …